Lembar Judul (Tema, logo, nama kelompok- Kelas Sukabumi, Universitas, dan Tahun)
Daftar Isi
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Tujuan Penulisan
II. KAJIAN TEORI
III. PEMBAHASAN
IV. KESIMPULAN
V. DAFTAR PUSTAKA
CATATAN :
- size hurup : 12
- Arial
- Kertas A4
- Spasi 1,5
-Jumlah Halaman :10-15 Halaman
Sabtu, 24 September 2011
SILABUS MATERI
SILABUS
Mata Kuliah : Pengembangan Sumber Belajar
Kode Mata Kuliah : MTP-
Program Studi : Magister (S2) Teknologi Pendidikan
Bobot/smt : 3 sks (3-0)
A. DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah Pembelajaran dikembangkan Berbasis ICT (information comunication technology) membahas tentang pemanfaatan ICT dalam metode pembelajaran sehingga pembelajaran meliputi; Pengertian Sumber Belajar, Pendekatan penerapan ICT dalam pembelajaran, desain pembelajaran dengan menggunakan Media, dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
B. TUJUAN PERKULIAHAN
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu mendesain pembelajaran berbasis ICT, dan melaksanakan pembelajaran berbasis ICT di sekolah.
C. GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN
| Pertemuan | Tujuan Pembelajaran | Pokok Bahasan | Sub Pokok Bahasan |
| 1 | Mampu menjelaskan pengertian , konsep dan karakteristik sumber Belajar | Pengertian, konsep dan dan karakteristik dan lingkup Sumber Belajar | a. Pengetrian Sumber Belajar b. Konsep dan karakteristik Sumber Belajar c. Lingkup Sumber Belajar |
| 2 | Mampu menjelaskan beberapa pendekatan penerapan ICT dalam pembelajaran di sekolah | Pendekatan penerapan ICT di sekolah | a. Aplikasi Pembuatan Blog dalam Pembelajaran b. Pemanfaatan Blog dalam Pembelajaran c. Mendesain Paparan |
| 3 | Mampu menjelaskan secara luas tentang peran dan fungsi Sumber Belajar | Peran dan fungsi Sumber Belajar | a. Peran sumber belajar dalam pembelajaran b. Jenis-jenis Sumber Belajar c. Fungsi Sumber Belajar d. Pemanfaatan Sumber Belajar |
| 4 | Mampu menganalisis kebutuhan belajar dan pembelajaran | Pemilihan, Jenis dan klasifikasi Media Pembelajaran | a. menganalisis kebutuhan 1) Pelajar 2) Lingkungan/tujuan 3) Kurikulum 4) Tugas/guru b. Mengklasifikasikan jenis media Belajar yang sesuai dengan segala tingkatan |
| 5 | Mampu menganalisa Sumber Belajar sebagai Media Instruksional Edukatif | Sumber Belajar dalam Konteks Media Instruksional Edukatif | a. Menganalisa kebutuhan media instruksional b. Peranan media instruksional dalam mencapai tujuan pembelajaran |
| 6 | Mampu menganalisa dan Mengembangkan Media Pembelajaran | Pengembangan Media Pembelajaran | a. implementasi media pembelajaran dan melakukan penilaian pembelajaran b. penyempurnaan/perbaikan media pembelajaran |
| 7 | Mampu merencanakam Pembelajaran Menggunakan Media | Perencanaan Pembelajaran Menggunakan Media | a. Perencanaa pembelajaran b. mendesain pembelajaran (instructional designe) dengan melibatkan media c. perencanaan e valuasi |
| 8 | Mampu desain pembelajaran dengan metode diskusi berbasis ICT | Pengembangan Media dalam Diskusi pada pembelajaran | Membuat scenario pembelajaran dengan media dalam metode belajar diskusi |
| 9 | Praktek pembelajaran berbasis multimedia pada peserta didik di sekolah | ||
MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK PRIBADI SISWA YANG BERKARAKTER
Pada dasarnya minat adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat yang timbul. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya. Dapat pula diwujudkan melalui peran serta dalam suatu aktivitas. Siswa yang berminat terhadap objek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap objek tersebut.
Membangkitkan minat belajar siswa pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajari dengan dirinya sendiri sebagai individu. Proses ini menunjukkan pada siswa bahwa pengetahuan atau kecakapan tertentu dapat mempengaruhi dirinya dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Apabila siswa menyadari bahwa belajar merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan, ia akan berminat dan termotivasi untuk belajar.
Upaya membangkitkan minat belajar sangat penting dilakukan terutama oleh guru-guru di sekolah. Hal ini perlu dilakukan karena minat sangat berpengaruh terhadap hasil belajar terutama dalam upaya membentuk siswa menjadi pribadi yang berkarakter. Pribadi yang berkarakter adalah pribadi yang memiliki tabiat, kebiasaan atau watak yang tertanam dalam dirinya.
Bertolak dari anggapan tersebut, dalam karya tulis ini penulis ingin menggambarkan hubungan minat dengan pembentukan karakter melalui karya tulis berjudul ” Membangkitkan Minat Belajar Sebagai Upaya Membentuk Pribadi Siswa yang Berkarakter.” Rumusan dalam karya tulis ini adalah (1) Bagaimana cara membangkitkan minat belajar? (2) Adakah hubungan minat belajar dengan upaya pembentukan pribadi siswa yang berkarakter?
Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah metode deskriptif yaitu suatu metode yang memberikan gambaran tentang minat belajar dan pembentukan pribadi yang berkarakter. Hasil dari karya tulis ini menunjukkan bahwa minat siswa perlu dibangkitkan oleh guru agar upaya membentuk pribadi yang berkarakter tercapai
Kata kunci: minat belajar, pribadi berkarakter
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) sering kita temui anak yang sulit memahami materi pelajaran yang sedang diajarkan. Banyak faktor yang menyebabkan anak sulit memahami materi, salah satunya adalah strategi/metode belajar mengajar yang digunakan oleh guru. Untuk itu seorang guru harus mengupayakan strategi belajar mengajar yang tepat yang melibatkan siswa secara langsung baik secara fisik maupun pikiran. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk membantu siswa memahami materi adalah dengan menggunakan media yang menarik sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Dengan media yang menarik siswa akan termotivasi untuk memperhatikan dan tentunya akan lebih memiliki rasa keberminatan mengikuti KBM.
Tanpa adanya minat untuk belajar, siswa tidak akan bergairah untuk menyerap materi. Sebenarnya minat siswa dapat kita bangkitkan dengan cara memberikan motivasi. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan dengan tujuan tertentu (KBBI, 2001: 756). Motivasi sangat diperlukan oleh siswa karena hal ini berpengaruh terhadap banyak sedikitnya informasi yang dapat diserap siswa pada waktu materi disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar tentu akan sungguh-sungguh dalam mempelajari materi, sehingga siswa akan berusaha menyerap dengan lebih baik. Motivasi belajar siswa merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya. Motivasi merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi seorang anak didik (Djamarah dan Aswan Zain, 2010:148)
Minat dan motivasi dalam belajar mempunyai hubungan yang erat sekali. Seseorang yang menaruh minat yang tinggi pada mata pelajaran tertentu, biasanya cenderung untuk memperhatikan dan termotivasi terhadap mata pelajaran tersebut. Sebaliknya, bila minat dan motivasi belajar rendah maka perhatian siswa terhadap materi yang sedang diajarkan akan sangat berkurang. Jika hal ini terjadi berlarut-larut dan terus-menerus tanpa adanya upaya seorang pendidik untuk membangkitkannya maka bisa jadi siswa tidak akan pernah memahami dan menaruh perhatian terhadap materi pelajaran.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang penulis ungkapkan dalam latar belakang, permasalahan dalam karya tulis ini dapat penulis rumuskan sebagai berikut:
- Bagaimana cara membangkitkan minat belajar?
- Adakah hubungan minat belajar dengan upaya pembentukan pribadi siswa yang berkarakter?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penulisan karya tulis ini dapat dikemukakan sebagai berikut.
- Untuk menggambarkan cara membangkitkan minat belajar.
- Untuk menggambarkan hubungan minat belajar dengan upaya pembentukan pribadi siswa yang berkarakter.
1.4 Manfaat Penulisan
Penulisan karya tulis ini diharapkan bermanfaat terutama bagi guru dalam upaya pembentukan karakter siswa setelah kegiatan belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Selain itu, karya tulis ini dapat dijadikan sebagai sumbangan informasi bagi dunia pendidikan terutama yang berkaitan dengan pendidikan karakter.
Pembahasan
2.1 Minat Belajar
Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh (Slameto, 2010:180). Dalam hal ini, besar kecilnya minat sangat tergantung pada penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar dirinya. Seseorang yang berminat terhadap sesuatu tentu akan lebih memperhatikan dengan perasaan senang tanpa ada tekanan.
Suatu minat dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dan dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang memiliki minat terhadap objek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap objek tersebut (Slameto, 2010:180). Minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam suatu kegiatan. Karena itu minat belajar adalah kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, kecakapan melalui usaha, pengajaran atau pengalaman
The Liang Gie menyatakan minat berarti sibuk, tertarik, atau terlihat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Dengan demikian, minat belajar adalah keterlibatan sepenuhnya seorang siswa dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai pemahaman tentang pengetahuan ilmiah yang dipelajari di sekolah. Guru perlu membangkitkan minat siswa agar pelajaran yang diberikan mudah dimengerti. Kurangnya minat belajar dapat mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu bidang tertentu, bahkan dapat melahirkan sikap penolakan kepada guru.
Menurut The Ling Gie, arti penting minat dalam kaitannya dengan pelaksanaan studi adalah :
- Minat melahirkan perhatian yang serta merta.
- Minat memudahnya terciptanya konsentrasi.
- Minat mencegah gangguan dari luar
- Minat memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan.
- Minat memperkecil kebosanan belajar belajar dalam diri sendiri.
Jika seorang siswa memiliki minat pada pelajaran tertentu dia akan memperhatikannya. Namun sebaliknya, jika siswa tidak berminat pada mata pelajaran yang sedang diajarkan biasanya dia malas untuk belajar. Demikian juga dengan siswa yang tidak menaruh perhatian yang pada mata pelajaran yang diajarkan, maka sukarlah diharapkan siswa tersebut dapat belajar dengan baik. Hal ini tentu berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa minat berhubungan erat dengan hasil belajar yang selanjutnya dapat digunakan sebagai pendorong untuk meningkatkan hasil belajar.
Minat adalah keinginan jiwa terhadap sesuatu objek dengan tujuan untuk mencapai sesuatu yang diharapkan. Hal ini menggambarkan bahwa seseorang tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan apabila di dalam diri orang tersebut tidak adanya minat atau keinginan untuk mencapai tujuan yang diharapkan itu. Minat pada dasarnya adalah penerimaan suatu hubungan antara diri sendiri dan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Dalam hubungannya dengan kegiatan belajar, minat menjadi motor penggerak untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Tanpa adanya minat tujuan belajar tidak akan tercapai.
Dalam lingkungan sekolah, membangkitkan minat belajar siswa merupakan tugas guru. Guru harus benar-benar menguasai semua keterampilan yang dibutuhkan dalam pengajaran antara lain: menguasai materi, memiliki media pembelajaran yang menarik dan bervariasi. Jikaguru tidak menggunakan variasi dalam proses pembelajaran, siswa akan cepat bosan dan jenuh terhadap materi pelajaran. Untuk mengatasi hal-hal tersebut guru hendaklah menggunakan variasi dalam mengajar, agar semangat dan minat siswa dalam belajar meningkat sehingga hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan.
2.2 Membangkitkan Minat
Membangkitkan minat terhadap sesuatu pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajarinya dengan dirinya sendiri sebagai individu. Proses ini berarti menunjukkan pada siswa bagaimana pengetahuan atau kecakapan tertentu mempengaruhi dirinya dalam upaya mencapai kebutuhan-kebutuhannya. Apabila siswa menyadari bahwa belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggapnya penting dan bila siswa melihat bahwa dari hasil dari pengalaman belajarnya akan membawa kemajuan pada dirinya, kemungkinan besar siswa akan berminat dan termotivasi untuk mempelajarinya.
Dengan demikian perlu adanya usaha-usaha atau pemikiran yang dapat memberikan solusi terhadap peningkatan minat belajar siswa. Minat sebagai aspek kewajiban bukan aspek bawaan, melainkan kondisi yang terbentuk setelah dipengaruhi oleh lingkungan. Karena itu minat sifatnya berubah-ubah dan sangat tergantung pada individunya.
Minat belajar dapat dibangkitkan melalui latihan konsentrasi. Konsentrasi merupakan aktivitas jiwa untuk memperhatikan suatu objek secara mendalam. Dapat dikatakan bahwa konsentrasi itu muncul jika seseorang menaruh minat pada suatu objek, demikian pula sebaliknya merupakan kondisi psikologis yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kondisi tersebut amat penting sehingga konsentrasi yang baik akan melahirkan sikap pemusatan perhatian yang tinggi terhadap objek yang sedang dipelajari.
Minat sebagai salah satu aspek psikologis dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari dalam maupun dari luar . Dilihat dari dalam diri siswa, minat dipengaruhi oleh cita-cita, keinginan, kebutuhan, bakat dan kebiasaan. Sedangkan bila dilihat dari faktor luar, minat dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Faktor luar tersebut dapat berupa kelengkapan sarana dan prasarana, pergaulan dengan orang tua, dan anggpan masyarakat terhadap suatu objek serta latar belakang sosial budaya.
Menurut Slameto (2010), faktor-faktor yang berpengaruh di atas dapat diatasi oleh guru di sekolah dengan cara:
- Penyajian materi yang dirancang secara sistematis, lebih praktis dan penyajiannya lebih berseni.
- Memberikan rangsangan kepada siswa agar menaruh perhatian yang tinggi terhadap bidang studi yang sedang diajarkan.
- Mengembangkan kebiasaan yang teratur
- Meningkatkan kondisi fisik siswa.
- Mempertahankan cita-cita dan aspirasi siswa.
- Menyediakan sarana penunjang yang memadai.
Minat berkaitan dengan nilai-nilai tertentu. Oleh karena itu, merenungkan nilai-nilai dalam aktivitas belajar sangat berguna untuk membangkitkan minat. Misalnya belajar agar lulus ujian, menjadi juara, ahli dalam salah satu ilmu, memenuhi rasa ingin tahu mendapatkan gelar atau memperoleh pekerjaan. Dengan demikian minat belajar tidak perlu berangkat dari nilai atau motivasi yang muluk-muluk. Bila minat belajar didapatkan pada gilirannya akan menumbuhkan konsentrasi atau kesungguhan dalam belajar.
Beberapa hal penting yang dapat dijadikan alasan untuk mendorong tumbuhnya minat belajar dalam diri seorang siswa yaitu :
- Suatu hasrat untuk memperoleh nilai-nilai yang lebih baik dalam semua mata pelajaran.
- Suatu dorongan batin untuk memuaskan rasa ingin tahu dalam satu atau lain bidang studi.
- Hasrat siswa untuk meningkatkan siswa dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi.
- Hasrat siswa untuk menerima pujian dari orang tua, guru atau teman-teman.
- Gambaran diri dimasa mendatang untuk meraih sukses dalam suatu bidang khusus tertentu.
2.3.Konsep Pribadi Berkarakter
Menurut Kamus Modern Bahasa Indonesia, karakter adalah watak, tabiat, pembawaan, kebiasaan. Watak adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti;tabiat ((KBBI, 2001: 1270).
Pada dasarnya manusia adalah makhluk dengan berbagai karakter, baik karakter buruk maupun karakter baik (Najib Sulhan, 2010: 1). Pembentukan karakter dapat dimulai sejak anak berusia dini sehingga karakter anak mudah terbentuk. Sebenarnya pembentukan bukan hanya tugas guru di sekolah tetapi orang tua juga sangat berperan dalam pembentukan karakter.
Pada era sekarang ini pembangunan karakter di sekolah adalah sebuah kebutuhan. Sekolah tidak lagi hanya sebagai tempat untuk belajar bidang akademik tetapi juga sebagai sebagai tempat membangun karakter siswa. Dengan demikian diharapkan nantinya sekolah menghasilkan lulusan yang berkualitas yaitu lulusan yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki karakter. Karakter yang dimaksud yang tentunya tidak terlepas dari nilai-nilai moral dan agama yang dapat menjadi bekal dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.
Karakter Pendidikan harus dimasukkan ke dalam iklim dan rutinitas sehari-hari sekolah. Jaringan Pendidikan Karakter membantu dalam upaya ini dengan menyediakan bahan-bahan yang dapat digunakan guru dalam format yang mudah dipahami. Karakter yang dimaksud antara lain: tanggung jawab (menjadi akuntabel dalam kata dan perbuatan. Memiliki rasa kewajiban untuk memenuhi tugas dengan keandalan, dapat dipercaya dan komitmen); ketekunan (mengejar tujuan layak dengan tekad dan kesabaran sementara menunjukkan ketabahan ketika dihadapkan dengan kegagalan); merawat (menampilkan pemahaman orang lain dengan memperlakukan mereka dengan kebaikan, belas kasihan, kemurahan hati dan semangat mengampuni); disiplin diri (mendemonstrasikan kerja keras mengendalikan emosi Anda, kata-kata, tindakan, impuls dan keinginan. Memberikan yang terbaik dalam segala situasi); kewarganegaraan (menjadi patuh hukum dan terlibat dalam pelayanan ke sekolah, masyarakat dan negara); kejujuran (mengatakan kebenaran, mengakui kesalahan. Menjadi dapat dipercaya dan bertindak dengan integritas); keberanian (melakukan hal yang benar dalam menghadapi kesulitan dan mengikuti hati nurani Anda, bukan orang banyak); keadilan (berlatih keadilan, pemerataan dan kesetaraan. Bekerjasama dengan satu sama lain. Mengenali keunikan dan nilai setiap individu dalam masyarakat yang beragam kita); menghormati (menampilkan menjunjung tinggi otoritas, orang lain, diri dan negara. Memperlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Memahami bahwa semua orang memiliki nilai sebagai manusia); integritas (sebuah kepatuhan perusahaan untuk kode nilai-nilai terutama moral atau artistik. Bersikap jujur, dapat dipercaya dan yang tidak fana); patriotisme
(sebuah cinta untuk dan loyalitas ke negara).
(sebuah cinta untuk dan loyalitas ke negara).
Pendidikan Karakter telah mengadopsi sembilan dari sifat yang paling populer kami. Sembilan sifat ini bukan ciri-ciri yang tepat diadopsi oleh semua sistem sekolah. Namun ciri-ciri yang paling dan nilai-nilai yang digunakan dalam pendidikan karakter adalah sama atau terkait dengan karakter ini. Berikut adalah ciri-ciri pendidikan berkarakter:
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR
PENGERTIAN SUMBER BELAJAR
AECT (1977) yaitu ' berbagai atau semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar
•Edgar Dale (1969) sumber belajar : ' segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang.‘
Langganan:
Postingan (Atom)